Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keperawatan Jiwa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 April 2012

GANGGUAN KOGNITIF


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN GANGGUAN KOGNITIF
A.      PENGERTIAN
     Kognitif adalah : Kemampuan berpikir dan memberikan rasional, termasuk
proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan.
(Stuart and Sundeen, 1987. Hal.612).
     Gangguan kognitif erat kaitannya dengan fungsi otak, karena kemampuan pasien untuk berpikir akan dipengaruhi oleh keadaan otak .
B.       FUNGSI OTAK
a.       Lobus Frontalis
Pada bagian lobus ini berfungsi untuk :
b.      Proses belajar
Ø  Abstraksi
Ø  Alasan
c.       Lobus Temporal
Secara umum berfungsi untuk :
Ø  Diskriminasi bunyi
Ø  Perilaku verbal
Ø  Berbicara
d.      Lobus Parietal
Berfungsi untuk :
Ø  Diskriminasi waktu
Ø  Fungsi somatic
Ø  Fungsi motorik
e.       Lobus Oksipitalis
Berfungsi untuk :
Ø  Diskriminasi visual
Ø  Diskriminasi beberapa asfek memori


f.       Sisitim Limbik
Hal ini akan berpengaruh pada fungsi :
Ø  Perhatian
Ø  Flight of idea
Ø  Memori
Ø  Daya ingat
Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak, maka seseorang akan
mengalami gejala yang berbeda, sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu :
a.       Gangguan pada lobus frontalis , akan ditemukan gejala-gejala sbb :
Ø  Kemampuan memecahkan masalah berkurang
Ø  Hilang rasa sosial dan mora
Ø  Impilsif
Ø  Regres
b.      Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb :
Ø  Amnesia
Ø  Dimensia
c.       Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala
yang hampir sama, tapi secara umum akan terjadi disorientasi
d.      Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi antara lain :
Ø  Gangguan daya ingat
Ø  Memori
Ø  Disorientasi
Ø  Dll


Selengkapnya Disini
Add caption
read more “GANGGUAN KOGNITIF”

DEFISIT PERAWATAN DIRI


ASUHAN KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

A.  Definisi
Defisit perawatan diri  adalah keadaan dimana individu mengalami kegagalan kemampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan aktivitas kebersihan diri (Carpenito, 1977).
Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya perawatan diri kurang (higiene) antara lain:
a. Perkembangan:
Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif dan keterampilan.
b. Biologis
Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.
c. Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan dari lingkungannya.

B.  Masalah keperawatan:
1). Defisit perawatan diri
2). Menurunnya motivasi perawatan diri
3). Isolasi sosial: menarik diri
Data yang perlu dikaji:
1). Data Subyektif:
Mengatakan malas mandi, tak mau menyisir rambut, tak mau menggosok gigi, tak mau memotong kuku, tak mau berhias, tak bisa menggunakan alat mandi / kebersihan diri.
2). Data Obyektif:
Badan bau, pakaian kotor, rambut dan kulit kotor, kuku panjang dan kotor, gigi kotor, mulut bau, penampilan tidak rapih, tak bisa menggunakan alat mandi.
C.  Diagnosa keperawatan
1. Defisit perawatan diri  dengan menurunnya motivasi perawatan diri
2. Menurunnya motivasi perawatan diri berhubungan dengan menarik diri.
D.  Rencana tindakan
a. Tujuan umum :
klien mampu melakukan perawatan diri: higiene.
b. Tujuan khusus:
Ø  Klien dapat menyebutkan pengertian dan tanda tanda kebersihan diri
Tindakan :
1. Diskusikan bersama klien tentang pengertian bersih dan tanda tanda bersih
2. Beri reinforcement positif bila klien mampu melakukan hal yang positif.
3. Klien dapat menyebutkan penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri
Tindakan :
1. Bicarakan dengan klien penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri
2. Diskusikan akibat dari tidak mau menjaga kebersihan diri
Ø  Klien dapat menyebutkan manfaat hygiene
Tindakan:
1. Diskusikan bersama klien tentang manfaat hygiene
2. Bantu klien mengidentifikasikan kemampuan untuk menjaga kebersihan diri
Ø   Klien dapat menyebutkan cara menjaga kebersihan diri
Tindakan:
1. Diskusikan dengan klien cara menjaga kebersihan diri: andi 2x sehari (pagi dan sore) dengan memakai sabun mandi, gosok gigi minimal 2x sehari dengan pasta gigi, mencuci rambut minimal 2x seminggu dengan sampo, memotong kuku minimal 1x seminggu, memotong rambut minimal 1 x sebulan.
2. Beri reinforcement positif bila klien berhasil
Ø  Klien dapat melaksanakan perawatan diri higiene dengan bantuan minimal
Tindakan:
1. Bimbing klien melakukan demonstrasi tentang cara menjaga kebersihan diri
2. Dorong klien untuk melakukan kebersihan diri dengan bantuan minimal
Ø  Klien dapat melakukan perawatan diri higiene secara mandiri
Tindakan:
1. Beri kesempatan klien untuk membersihkan diri secara bertahap
2. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya setelah membersihkan diri
3 Bersama klien membuat jadwal menjaga kebersihan diri
4. Bimbing klien untuk melakukan aktivitas higiene secara teratur
Ø  Klien mendapat dukungan keluarga
Tindakan:
1. Beri pendidikan kesehatan tentang merawat klien untuk kebersihan diri melalui pertemuan keluarga
2. Beri reinforcement positif atas partisipasi aktif keluarga


Selengkapnya Disini
Add caption
read more “DEFISIT PERAWATAN DIRI”

HARGA DIRI RENDAH ( HDR )


ASKEP HARGA DIRI RENDAH ( HDR )

A.      Definisi Harga Diri rendah
Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan ( Townsend, 1998 ).
Menurut Schult & Videbeck ( 1998 ), gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diiri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung
Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. (Budi Ana Keliat, 1999).
Jadi dapat disimpulkan bahwa perasaan negatif terhadap diri sendiri yang dapat diekspresikan secara langsung dan tak langsung.
Tanda dan gejala :
·                     Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
·                     Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
·                     Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
·                     Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)
·                     Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakiri kehidupannya.
( Budi Anna Keliat, 1999)

B.       Penyebab dari harga diri rendah
Salah satu penyebab dari harga diri rendah yaitu berduka disfungsional. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berdasarkan persepsi kehilangan.

Tanda dan gejala :
o   Rasa bersalah
o   Adanya penolakan
o   Marah, sedih dan menangis
o   Perubahan pola makan, tidur, mimpi, konsentrasi dan aktivitas
o   Mengungkapkan tidak berdaya
C.      Akibat dari harga diri rendah
Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993).
Tanda dan gejala :
§  Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul
§  Menghindar dari orang lain (menyendiri)
§  Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat
§  Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk
§  Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas
§  Menolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap
§  Tidak/ jarang melakukan kegiatan sehari-hari.
(Budi Anna Keliat, 1998)

Selengkapnya Disini
Add caption
read more “HARGA DIRI RENDAH ( HDR )”

Template by : Rq Baraik-template.blogspot.com